Kecurigaan David Atas Hilangnya Tas Sara, Berujung Pada Pembunuhan Wayan



Belakangan ini masyarakat di Indonesia tengah gempar dengan kasus pembunuhan polisi oleh bule di Bali. David Taylor berusia 34 tahun yang merupakan warga negara Inggris, mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap Aipda I Wayan Sudarsa. Kecurigaan David atas kehilangannya tas Sara, pada akhirnya berujung pada perkelahian serta pembunuhan pada Wayan.

Saat pemeriksaan terhadap David dilangsungkan, pengacara atau kuasa hukum David mengatakan bahwa kliennya itu sangat kooperatif. Pemeriksaan sendiri dilakukan di Polreata Denpasar, kira-kira berlangsung selama 12 jam.

Haposan di Polresta Denpasar mengungkapkan bahwa David bule Inggris tersebut awalnya mengaku tengah mencari tas Sara yang hilang. Pembunuhan terjadi saat tanggal 17 Agustus dini hari kemarin.

Hotel Pullman yang terletak di Jalan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali merupakan tempat kejadian perkara. Ketika itu David tengah bertanya pada seseorang tentang tas Sara Connor, kekasihnya yang hilang ketika keduanya tengah berpacatan di bibir pantai tersebut. Sara Connor sendiri merupakan Warga Negera Australia. Orang yang kala itu ditanyai oleh David adalah Wayan sendiri, yang kini tengah menjadi korban pembunuhan David.

Ketika ditanyakan pada Wayan, ia malah menjawab dirinya seorang polisi. Akhirnya terjadi pertikaian membuat ia jatuh serta tertindih. Menurut kuasa hukum David sendiri, tersangka memang mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban sampai pingsan. David memukuli Wayan dengan amat keji, ia menggunakan barangnya seperti hp, hinggal botol bir yang ada pada gengamannya.

Saat korban sudah tertindih, Sara mencoba melerai mereka. Ketika itu ditemukan teropong, oleh David teropong tersebut digunakan untuk memukul Wayan sambil bertanya tentang keberadaan tas Sara.

Perkelahian itu akhirnya membuat Wayan pingsan. David sendiri menggeledah saku Wayan untuk mencari barang-barang Sara. Ditemukan sebuah dompet milik Wayan yang berisi uang 200 ribu rupian serta beberapa kartu, yang akhirnya dibawa pergi oleh David.

Saat korban sudah tidak dapat memberikan perlawan lagi David kembali menyusul Sara ke bibir pantai untuk melanjutkan pencarian tasnya. Ia menemukan sebuah botol yang dibawa untuk berjaga-jaga. David juga mengaku sempat kembali untuk memeriksa keadaan Wayan, akan tetapi tidak ada tabda-tanda yang menunjukan bahwa korban masih hidup. Akhirnya David kembali pada Sara.

Setelah kembali pada Sara, David berkata tasnya tidak ditemukan dan mereka memutuskan untuk pulang ke penginapan. Esoknya mereka berpindah ke daerah Jimbaran.
Sebelum kejadian itu terjadi, Davis memang telah menaru curiga terhadap Wayan ketika ia berjalan ke arah tas Sara. David melihat itu ketika ia tengah berpacaran di pinggir pantai dengan Sara. Namun ia tidak menghiraukannya. Setelah sekitar 10 menit kembali, ternyata tasnya sudah hilang.


Sara kehilangan uang sebesar 3 juta rupiah. Menurut Haposan, kedua bule tersebut sangat menyesali perbuatannya. Walaupun David sempat tidak mengakui pembunuhan itu, tapi saat pemeriksaan Senin kemarin ia merubah beberapa pernyataannya.
Share on Google Plus

About roshteam

0 komentar:

Post a Comment