Merasa Diremehkan Ternyata Peserta MTQ Papua Masuk 10 Besar


Perlombaan MTQ Nasional yang ke-26 diselenggarakan di Lombok, NTB. Salah satu provinsi timur dari Indonesia, yakni Papua Barat telah menorehkan sejarah baru. Pasalnya peserta MTQ asal Papua Barat berhasil masuk 10 besar kategori untuk jadi juara umum.

Fahmil Qur'an atau dikenal lomba cerdas cermat mengenai Al-Qur'an adalah salah satu kategori yang menyumbang kemenangan untuk Papua Barat. Lomba berkelompok ini terdiri dari 3 orang yaitu Wulan Meytasari (14), Rian Arsandi (16), dan M Fauzi Amirudin (16).

Rian Arsandi dan M Fauzi Amirudin masih duduk dibangku kelas 2 SMA daerah Sorong Selatan, Papua Barat. Mereka berdua memiliki alamat yang sama di Kelurahan Kaibus, Kecamatan Teminabun. Wulan Meysita yang satu-satunya perempuan di kelompok Fahmil Qur'an itu masih duduk dibangku kelas 3 SMP, berasal dari Kota Sorong.

Awal mula mereka mengikuti lomba karena telah ditunjuk oleh para pihak sekolah. Selain karena ditunjuk pihak sekolah, mereka juga mengaku bahwa memiliki keinginan tersendiri untuk mengikuti lomba.

Fauzi mengatakan bahwa sebelum mengikuti lomba ia ditanya oleh temannya ingin ikut atau tidak. Fauzi hanya berkata jika ada kesempatan saya mau saja mengikuti lomba tersebut.

Sebelum dapat terpilih menjadi perwakilan dari Papua Barat untuk mengikuti lomba Fahmil Qur'an, diadakan seleksi terlebih dahulu di Teluk Bintuni. Orang yang keluar sebagai Juara Pertama berhak mewakili Papua Barat dan mengikuti lomba Fahmil Qur'an, terang Rian. 

baca juga : Orang Tua Murid yang Pukul Guru Jadi Viral Diberbagai Media Sosial

Ketika berada ditengah lomba mereka berdua mengaku bahwa mentallah yang menjadi kendala besar. Mengapa mental? Karena orang timur biasanya sering direndahkan jadi mental sangat diuji ketika lomba.

Rian menjelaskan mental adalah kendala utama pada setiap lomba. Orang-orang secara umum biasanya sering memandang remeh orang timur. Itu serangan mental dari diri sendiri sebenarnya.

Para pembina dan pelatihnua berperan penting sebagai para pembangun mental mereka. Selain dukungan penuh, para pembinanya juga mendorong moral serta keyakinan Rian, M Fauzi dan Wulan agar siap dan yakin bahwa kelompok mereka bisa bersaing.

Karena kelompok mereka bertiga akhirnya mendapatkan juara satu, Wulan sedikit merasa sedih. Aturan menyebutkan bahwa jika para peserta masuk sebagai juara pertama, maka dilarang mengikuti kejuaraan MTQ lagi selama dua tahun ke depan.

Wulan berharap para penerusnya nanti dapat mempertahankan prestasi Papua Barat agar tetep berjaya serta lebih baik lagi.

baca juga : Orang Tua Murid yang Pukul Guru Jadi Viral Diberbagai Media Sosial

Sementara itu menurut pembinanya yakni Ustad Gamal, kendala yang paling utama saat mengikuti perlombaan Fahmil Qur'an adalah masalah persyaratan. Peserta yang beliau daftarkan adalah 44 orang, sedangkan yang lolos verifikasi hanya 34 orang. Semua itu dari berbagai cabang lomba.

Pendaftarannya secara online, jadi jika tidak ada kesinkronan maka tidak akan lolos verifikasi. Mereka berharap dapat mempertahankan juara Fahmil Qur'an ini hingga diperlombaan-perlombaan selanjutnya. Semoga juara Fahmil kali ini menjadi titik balik kejayaan Papua Barat.
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment