Snack Bikini Kontroversi Digrebek Balai POM Bandung


Di era sekarang semuanya dapat dilakukan dan didapatkan dengan mudah. Salah satu dampaknya adalah banyak sekali produk-produk yang dijual secara online. Tidak hanya produk sandang, produk pangan pun sudah dapat dijual online. Baru-baru ini masyarakat telah dihebohkan dengan salah satu produk pangan berupa snack yang diberi label "Bikini yang memiliki kepanjangan Bihun Kekinian". Produk tersebut diedarkan secara online, namun belum memiliki izin resmi dari Balai BPOM.

Karena ditakutkan berita yang tersebar dari berbagai media membuat masyarakat cemas dan membahayakan maka BBPOM melakukan beberapa tindakan untuk pencegahan. Tindakan tersebut berupa himbauan agar masyarakat berhati-hati, serta tindakam tegas seperti infeksi dadakan atau penggrebekan rumah produksinya secara langsung.


Nah, beberapa waktu lalu pabrik rumahan snack Bihun Kekinian ini digrebek oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan. Pabrik tersebut memproduksi makanan yang diberi nama Bihun Kekinian atau singkatannya Bikini. Saat menggrebek para petugas BBPOM menyita bukti-bukti berupa alat produksinya dan produk yang sudah siap diedar.

Kepala BBPOM Kota Bandung yakni Abdul Karim mengatakan bahwa barang bukti yang ada ditempat sangat banyak, ada sekitar 4000 lembar kemasan, bihun, bumbu-bumbu, peralatan produksi seperti kompor dan wajan, serta ada sejumlah 144 bungkus produk jadi.

BBPOM melakukan penggrebekan saat dini hari, sekitar pukul 00.15 WIB. Sebelum melakukan penggrebekan, para Tim BPOM telah bekerjasama dengan Tim IT untuk mencari tau tempat produksi snack Bikini tersebut.

"Kami menelusuri keberadaan mereka lewat sosial media, Tim IT ikut terjun untuk mencari keberadaan pabrik produksi ini, hingga pada akhirnya ditemukan", ujar Abdul

Sebelumnya juga BPOM telah menegaskan bahwa produk snack Bikini asal Kota Bandung ini belum terdaftar. Menurut label, snack ini diproduksi di Cemilindo, Bandung. Akan tetapi, dalam kemasan ada juga yang mencantumkan snack diproduksi di Jakarta.

BPOM menghimbau agar para penjual atau produsen tidak mengedarkan produk snack Bikini ini, karena produknya belum terdaftar secara resmi. Selain belum resmi terdaftar pihak BPOM juga menilai desain kemasan snack Bikini menjurus ke arah pornografi.

Website resmi BPOM menjelaskan bahwa makananan ringan atau snack Bihun Kekinian yang dijual secara online belum terdaftar resmi di Badan POM. Snack ini juga sebenarnya tidak memiliki izin edar baik dalam ataupun luar negeri, bahkan izin edar pangan industri rumah tangga.

Kepada seluruh Balai Besar POM diseluruh Indonesia telah diintruksikan untuk melakukan pemantauan terhadap produk snack Bikini ini, baik yang diedarkan secara online maupun offline. Masyarakat juga diharapkan berhati-hati terhadap produksi makanan yang dijual secara online. Sebelum membeli pastikan terlebih dahulu apakah produk tersebut memiliki izin edar dan aman jika dikonsumsi atau tidak. Sabtu(6/8)
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment