Banjir Akibatkan 19.000 Rumah Warga Korea Utara Rusak Parah


Akibat hujan lebat yang melanda daerah Pyongyang pada dua september lalu, mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 60 orang. Sementara 44 ribu penduduk lainya harus kehilangan rumah singgahnya. 

Hujan ini menyebabkan meluapkan aliran air dari sungai Tumen, yang berbatasan dengan China dan Rusia, sehingga terjadilah banjir besar, setelah hujan badai selama empat hari.

Selain itu, daerah Musan dan Hoeryong justru mengalami dampat terbesar. Dikutip dari pernyataan pemerintah Korea Utara di Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB menyebutkan, lima persen penduduknya kehilangan tempat tinggal dan 60 orang tewas karena banjir. 

"Komunikasi dan akses ke daerah yang terkena dampak masih menjadi tantangan… penampungan darurat, makanan, air dan barang-barang sanitasi saat ini sangat dibutuhkan," katanya.

10 ribu hektar lahan pertanian tergenang air dan terancam gagal panen, sementara 9 rbu bangunan hancur dan rusak. Pemerintah setempat melibatkan PBB untuk mengalirkan bantuan kepada para korban dan juga pencarian 15 orang yang dinyatakan hilang akibat akibat banjir. 
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment