Habiskan 8,7 M Dollar AS, India Miliki Pesawat Rafale


Dalam upaya memperkuat armada tempur yang dianggap sudah menua, Perdana Menteri India Narendra Modi melalui Manohar Parrikar akhirnya menandatangani kesepakatan pembelian pesawat tempur Rafaledengan Perancis. Mengeluarkan dana sebesar 8,7 miliar dollar Amerika, ini merupakan pembelian pesawat terbesar dalam kurun waktu 15 tahun lebih. 

Setelah 18 bulan melakukan pembahasan terkait syarat-syarat perjanjian antara New Delhi dan perusahaan dirgantara Prancis, Dassault Aviation, Menteri Pertahanan Prancis Jean-Yves Le Drian akhirnya menandatangani kesepakatan tersebut di New Delhi. 

Perlu diketahui, kekuatan angkatan udara India telah dipangkas menjadi 33 skuadron, meskipun sebenarnya butuh 45 skuadron untuk menghadapi baik China yang mulai bersengketa di perbatasan India-China, maupun dengan Pakistan.

Angkatan udara India sebenarnya sudah lama mengeluhkan adanya kesenjangan besar kekuatan tempur udara antara India dengan China dan Pakistan. Armada tempur India selama ini terdiri dari wahana tempur buatan Rusia dan lokalumurnya sudah terlalu lama.

India sebenarnya mengganjar Dassault dengan pesanan 126 jet tempur Rafale pada tahun 2012 setelah jet tempur generasi keempat bermesin ganda tersebut memenangkan persaingan dari lawan-lawannya. Namun pembahasannya terhenti ketika itu.

Narendra Modi telah bersumpah akan melakukan moderniasi angkatan bersenjata India dengan anggaran belanja 150 miliar dolar AS, tidak hanya untuk menyemangati angkatan udara, dirinya juga secara personal ikut campur dalam persetujuan pemesanan pesawat dalam jumlah lebih sedikit sebanyak 36 unit.

Kemungkinan Rafale-Rafale pertama yang siap terbang diperkirakan akan tiba di India sampai tahun 2019 dan India akan memiliki 36 Rafale dalam kurun waktu enam tahun.
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment