BWCF, Aktivitas Literasi dan Seni Budaya



Pada Rabu lalu, Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah, secara resmi buka "Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2016" di Hotel Atria Kota Magelang, Rabu.

Ganjar menyatakan acara kali ini sangat menarik sebab dihadiri banyak orang penting, seperti rohaniawan, sejarawan, seniman dan budayawan serta para penulis.


"Isinya beberapa orang, tetapi (mereka) dapat mempengaruhi maka ketika hasil dari acara ini bisa dijadikan satu dalam bentuk video, buku, gagasan, tulisan atau apa pun," kata Gubernur yang mendapat julukan Senopati Mbako ini.



Pembukaan BWCF V dengan mengusung tema "Setelah 200 Tahun Serat Centhini: Erotisme dan Religiusitas Kitab-Kitab Nusantara". Peresmiannya ditandai dengan dipukulnya gong oleh Gubernur Jateng. 

Menurut Ganjar event kali ini merupakan sebuah perjalanan menuju peradaban ke depan dan kesemuanya dibicarakan di event sini. Sebelumnya, BWCF pernah bicara tentang rempah-rempah dan kemaritiman.

"Centhini ini bicara tentang erotisme, spiritualitas. Sangat beragam ada yang nembang, nari, main musik," tambahnya.

Ketua Pelaksana BWCF, Yoke Darmawan festival ini merupakan agenda tahunan aktivitas literasi dan seni budaya dengan dua kegiatan utama, yaitu writers forum dan pesta seni budaya.

Ia mengatakan perhelatan ini bertujuan sebagai wahana edukasi juga ajang temu ilmuwan, penulis, pembaca untuk dapat mengembangkan kreativitas dan pengetahuan budaya sekaligus perayaan karya-karya kreatif anak bangsa yang diharap pada intinya memberi nafas kebudayaan bagi masyarakat dan industri pariwisata Indonesia bermuatan sejarah.


Menurutnya keunikan dari festival ini dibanding dengan festival lainnya adalah pada tema yang mengangkat kekayaan budaya dan sejaran nusantara.



Ia mengatakan dengan perayaan khasanah budaya nusantara melalui pertemuan antara para penulisdan pekerja kreatif serta aktivis budaya dengan masyarakat pada umumnyadiharapkan muncul pemahaman interkultural yang berbasis pada pengembangan dan perluasan ilmu pengetahuan sehingga para kreator budaya maupun masyarakat yang hidup dalam budaya-budaya tersebut dapat memanfaatkan segala khazanah yang ada untuk memproyeksikan masa depan yang lebih baik.
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment