Hujan Deras Guyur Jepang, Ratusan Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

PesanDunia - Hujan deras yang mengguyur Jepang selatan selama dua hari berturut-turut, memaksa lebih dari 400 ribu warga mengungsi. Hingga Kamis (6/7), disebutkan ada 11 orang yang dinyatakan hilang dan 3 lainnya mengalami luka serius.

sumber foto : detikdotcom
Perfektur Fukuoka dan Oita dilaporkan menjadi dua wilayah paling parah yang terkena dampak hujan deras ini. Seperti dilansir oleh stasiun televisi NHK, curah hujan yang turun selama 9 jam pada hari Rabu (5/07) di wilayah Perfektur Fukuoka kemarin, mencapai 774 mm. Curah hujan ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan curah hujan normal yang biasa terjadi di bulan Juli. Hal ini mengakibatkan sungai-sungai meluap dan menghancurkan tempat tinggal warga, serta menyebabkan tanah longsor di beberapa tempat.

Perfektur tetangga Fukuoka, yakni Oita, juga mengalami hal yang sama. Di wilayah ini, lebih dari 21 ribu warga telah dievakuasi dari tempat tinggalnya. Saat ini, mereka menghuni tempat-tempat pengungsian seperti gedung-gedung sekolah dan pemerintahan yang berada di tempat yang lebih tinggi.

Meski belum ada laporan mengenai kerusakan pada sistem transportasi, namun beberapa kamera CCTV telah menunjukkan adanya rel kereta api yang putus dan banyak jalan terendam air. Selain itu, hujan lebat juga memaksa pabrik Daihatsu Motor yang ada di Perfektur Oita menghentikan aktivitasnya, dan membatalkan pengiriman barang-barang ke pabriknya yang berada di Fukuoka.

Untuk menangani bencana ini, pemerintah Jepang telah menurunkan lebih dari 7.500 tim penyelamat. Tim ini merupakan gabungan dari anggota pemadam kebakaran, polisi, dan tentara, baik dari angkatan udara, angkatan darat maupun angkatan laut Jepang. Mereka bertugas untuk membantu mengevakuasi warga dan mencari mereka yang masih hilang.

Jepang memang sedang diterjang badai Nanmadol, yang mengakibatkan terjadinya hujan deras pada malam hari. Hujan lebat ini disebut-sebut memiliki rangkaian dengan sistem badai yang baru saja menghantam Tiongkok bagian selatan, yang juga menimbulkan banjir bandang. Tak kurang dari 56 orang dinyatakan meninggal dalam bencana ini. Sedangkan kerugian material ditaksir mencapai 4 miliar dolar AS.

Meski sudah terbiasa dengan bencana alam seperti banjir dan gempa bumi, banjir bandang seperti yang terjadi saat ini tetap saja membuat warga harus ekstra waspada. Pemerintah Jepang telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk bersiaga menghadapi bencana susulan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.




Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment