Sudah Mulai Dipasarkan, Benarkah Mobil Terbang Aman?

PesanDunia - Keberadaan mobil sebagai salah satu alat transportasi sepertinya sudah menjadi hal yang sangal lazim. Entah itu sebagai kendaraan pribadi, ataupun kendaraan umum tentunya. Namun, jika bicara masalah mobil terbang, akan lain ceritanya.

Aeromobil (sumber gambar: BBC)
Kalau selama ini selama mobil terbang hanya bisa kita temukan dalam film atau kisah-kisah fiksi, tampaknya kita harus bersiap untuk bertemu dengan the real flying cars beberapa tahun ke depan. Pasalnya, sejumlah produsen mobil ternama di dunia makin gencar mengembangkan teknologi demi segera mewujudkan impian ini. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai merilis banderolnya dan bukan mustahil, sudah pula membuka pesanan bagi calom konsumennya.

Meski harganya terbilang sangat fantastis, nyatanya ada saja masyarakat yang tertarik dan memesan mobil super canggih ini. Sebut saja AeroMobil, salah satu perusahaan terkemuka asal Slovakia, yang baru saja memamerkan prototype mobil andalannya itu dan membuka layanan pemesanannya. Dilansir The Week, kisaran harga yang ditawarkan untuk membawa pulang mobil keren ini adalah Rp17,3 miliar - Rp21,3 miliar. Mobil ini ditargetkan bakal sampai di tangan pelanggan pada tahun 2020.

PAL - V (sumber gambar : BBC)

Selain AeroMobil, ada pula PAL-V, perusahaan Belanda yang juga melansir keluaran terbarunya ini. Mobil yang dijuluki Liberty ini, telah dirilis di Top Marques Auto Show Monaco beberapa waktu yang lalu, dan diklaim akan segera terwujud pada akhir 2018. Mobil ini dibanderol seharga Rp5,3 miliar untuk model dasar sebelum dikenakan pajak. Mobil bekapasitas dua orang itu, disebut-sebut mampu berubah dari mobil beroda tiga menjadi girokopter hanya dalam waktu 10 menit.

Namun, walau masa depan mobil-mobil canggih masa depan ini kelihatannya cerah, masyarakat tetap saja memiliki kekhawatiran tersendiri. Seperti dilansir oleh Carscoop pada April lalu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Michigan, masyarakat Amerika ternyata lebih konsen pada faktor keselamatan mereka saat mobil terbang ini beroperasi nantinya.

Dalam survei tersebut tampak 63% responden menyebutkan bahwa mereka cenderung prihatin dengan kemajuan teknologi transportasi ini, dan lebih memilih sistem transportasi konvensional yang telah ada. Sementara, 83% lainnya lebih menyukai jika mobil terbang itu nantinya bisa take off dan landing secara vertikal, dan bukannya membutuhkan landasan pacu seperti pesawat pada umumnya. Sedangkan 80% lagi menyebutkan pentingnya keberadaaan parasut pada mobil-mobil yang akan segera dirilis ini.


Menarik sekali kan? Anda sendiri, bagaimana? Setujukah dengan mobil terbang ini?
Share on Google Plus

About Pesan Dunia

0 komentar:

Post a Comment