Tirto Utomo, Sosok Inspiratif di Balik Kesuksesan AQUA

Menyadari bahwa orang-orang Barat tidak biasa mengonsumsi air minum rebusan seperti kebanyakan orang Indonesia. Mereka menggunakan air yang disuling...

“Ada Aqua?”

Kalimat iklan ini sangat familiar di telinga kita. Tak pelak lagi, Aqua adalah merk dagang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) paling populer. Tak hanya di Indonesia, Aqua juga dipasarkan di luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Australia dan Timur Tengah. Saking terkenalnya, hampir setiap orang akan menyebutkan merk Aqua ketika membeli air minum kemasan di toko atau restoran. Padahal, belum tentu si penjual memberikan merk yang diminta.


Di balik kesuksesan Aqua, ada sosok inspiratif yang tak kenal menyerah. Dia adalah Tirto Utomo atau Kwa Sien Biauw. Pria ulet kelahiran Wonosobo, 9  Maret 1930 inilah yang menjadi pionir air minum dalam kemasan di tanah air. Ide ini berawal dari pengalamannya saat bekerja di Pertamina. Ada peristiwa tak mengenakkan dari klien perusahaannya yang mengalami diare akibat mengonsumsi air tanah yang direbus, dan disajikan pada acara yang dihelat oleh kantornya. Tirto kemudian menyadari bahwa orang-orang Barat tidak biasa mengonsumsi air minum rebusan seperti kebanyakan orang Indonesia. Mereka menggunakan air yang disuling sebagai air minum. Hal itu pula yang dilihatnya ketika bertugas keluar negeri.

Berbekal insting bisnis dan tekad yang kuat, Tirto mempelajari bagaimana membuat air minum dalam kemasan. Dia menyuruh Slamet Utomo, sang adik, untuk magang di Polaris, perusahaan AMDK asal Thailand yang sudah established. Tahun 1973, Tirto mendirikan PT. Golden Missisipi dengan mengusung merk dagang Puritas, yang kelak berganti nama menjadi Aqua. Penggantian nama ini dilandasi pertimbangan bahwa nama Aqua lebih komersil mudah diingat.

Meski demikian, kehadiran Aqua tidak langsung diterima oleh masyarakat karena memang orang Indonesia belum terbiasa dengan air sulingan. Jatuh bangun dan rugi harus dialaminya di awal-awal bisnis. Tahun 1974-1978 merupakan tahun tersulit dalam bisnis Aqua. Namun Tirto tidak menyerah. Dia terus berupaya keras. Aqua kemudian menyasar pasar ekspatriat dan kalangan menengah ke atas. Usahanya tak sia-sia. Tahun 1978 Aqua telah mencapai BEP. Beberapa tahun kemudian, Tirto resign dari kantor agar bisa lebih fokus pada bisnisnya.

Seiring berjalannya waktu, Aqua mulai melirik pasar konsumen menengah ke bawah dengan memproduksi kemasan kecil dengan harga yang lebih terjangkau. Pasar yang disasar tak lain adalah jalur Pantura yang selalu ramai dengan bus antarkota. Alhasil, Aqua menjadi sangat familiar di kalangan supir dan penumpang. Selain itu, Aqua mempelopori strategi jualan door to door yang menjadi cikal bakal layanan delivery hingga saat ini. Tak berhenti sampai di situ, Aqua juga berusaha mengedukasi masyarakat akan pentingnya air minum sehat.

Salah satu poin penting dalam perjalanan bisnis Aqua adalah dengan menjadi sponsor dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). Otomatis, seluruh atlet yang berlaga di ajang bergengsi ini menjadi model iklan yang sangat efektif untuk mengkampanyekan air minum sehat.

Jika pada awalnya Aqua menggunakan air sumur sebagai bahan baku, secara bertahap perusahaan ini beralih pada sumber mata air yang mengalir dari pegunungan. Air disuling dan diproses hingga dikemas secara higienis dengan mengikuti standard kualitas yang tinggi. Tahun 1995 Aqua telah menerapkan sistem produksi in-line yang memungkinkan pemrosesan air dan pembuatan kemasan dilakukan secara bersamaan sehingga air yang dihasilkan jauh lebih higienis.

Desain botol Aqua pun terus diperbarui mulai dari botol kaca, hingga menjadi botol plastik unik yang kita lihat sekarang. Menariknya, sejak tahun 1988 Aqua telah mempergunakan botol plastik PET yang ramah lingkungan, di saat perusahaan sejenis di Eropa masih menggunakan bahan PVC. Botol berbahan PET ini bahkan menjadi standard dunia.

Perjalanan bisnis Aqua sempat terguncang saat Tirto berpulang tahun 1994. Untuk mempertahankan diri di tengah persaingan bisnis yang makin ketat, tahun 1998 perusahaan ini akhirnya menjual sebagian sahamnya kepada Danone, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) asal Perancis. Langkah ini berhasil menyelamatkan posisi Aqua hingga akhirnya kembali berjaya dan menjadi top leader. Saat ini, Aqua telah memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia dan mengukuhkan dirinya sebagai merk AMDK nomor 1 di Asia Pasifik dan terbesar kedua di dunia.

So, sudah minum Aqua hari ini?

COMMENTS

Name

bulutangkis,2,Feature,2,Galeri,3,Hot,15,Hukum,3,INTERNASIONAL,26,Jelajah,6,Karir,1,Kesehatan,15,Life Style,16,NASIONAL,18,NEWS,19,Olahraga,15,Relationship,1,Sepakbola,3,Teknologi,20,
ltr
item
Pesan Dunia: Tirto Utomo, Sosok Inspiratif di Balik Kesuksesan AQUA
Tirto Utomo, Sosok Inspiratif di Balik Kesuksesan AQUA
Menyadari bahwa orang-orang Barat tidak biasa mengonsumsi air minum rebusan seperti kebanyakan orang Indonesia. Mereka menggunakan air yang disuling...
https://1.bp.blogspot.com/-YfjOYzOi4cc/WdD2ZvX-g5I/AAAAAAAAAwY/7_kPBES9B20RqWSCujOWWQMiQeMfiymNgCLcBGAs/s640/Tirto-Utomo-Pendiri-Aqua.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-YfjOYzOi4cc/WdD2ZvX-g5I/AAAAAAAAAwY/7_kPBES9B20RqWSCujOWWQMiQeMfiymNgCLcBGAs/s72-c/Tirto-Utomo-Pendiri-Aqua.jpg
Pesan Dunia
http://www.pesandunia.com/2017/10/tirto-utomo-sosok-inspiratif-di-balik.html
http://www.pesandunia.com/
http://www.pesandunia.com/
http://www.pesandunia.com/2017/10/tirto-utomo-sosok-inspiratif-di-balik.html
true
2704514124821740540
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy